Welcome in Blog science and Knowledge

Blog ini Khusus bagi mereka yang Cerdas

3/26/2011

Kesusasteraan Jerman



A.    Pengertian Sejarah Kesusasteraan Jerman

Sastra Jerman dalam arti kata seluas-luasnya  meliputi segala karya bangsa Jerman, baik tertulis maupun lisan. Dari semua itu, sastra nasional hanya hanyalah merupakan suatu bagian, tidak mencakup seluruhnya, apalagi yang disebut sastera ilmiah.  Sastra nasional Jerman hanya meliputi karya seni sastera yang mempunyai ciri khas Jerman, dalam arti mencerminkan pandangan hidup, keyakinan dan adat-istiadat yang khas. Karena unsur-unsur itu terdapat dalam kesusasteraan, maka yang akan menjadi sasaran kira adalah kesusastraan nasional Jerman yang mencerminkan jiwa dan kehidupan bangsa Jerman. Jadi, sejarah kesusasteraan Jerman merupakan jalan perkembangan jiwa bangsa Jerman, sebagai maka tampak dalam karya sastra Jerman
B.      Pembabakan Sejarah Kesusasteraan Jerman

sebelum Perang Dunia II terdapat periodisasi sederhana yang membagi sejarah perkembangan kesusastraan Jerman menjadi beberapa antara lain sebagai berikut.
1.      Dari awal perhitungan tahun Masehi sampai zaman Carolus Magnus (karl  der Grosse) alias Karel yang Agung (768-814), yaitu zaman  saga (cerita rakyat atau hikayat) kepahlawanan kuno.
2.      Dari zaman Kari der Grosse sampai awal abad ke-12 (800-1100). Pada masa ini, kesusasteran Jerman berada di tangan kaum gereja (Geistlichedichtung).
3.      Puncak Perkembangan Kesusasteraan Jerman (1100-1300). Ke­susasteraan terutama dikembangkan oleh kalangan bangsawan, yaitu kasta ksatria (Ritter), yang disebut Ritterlichedichtung.
4.       Pengembangan kesusasteraan berada di tangan rakyat dan kasta pekerja tangan, Burgalichedichtung (1300-1500).
5.      Kesusasteraan di Zaman R.eformasi (1500-1624).
6.      Kesusasteraan berada di tangan golongan sarjana, meniru" (Zeit der  Nachahmung) (1624-1748).
7.      Puncak kedua perkembangan kesusastraan Jerman (1748-1871).
8.      Kesusasteraan Jerman dari 1871 sampai 1914.
1.      Masa sebelum tahun 750
Informasi yang pasti tentang kesusasteraan Jerman yang tertua hanya diperoleh  dari karya penulis sejarah Romawi bernama Tacitus  (98 S.M) yang berjudul Germania. Diantara keterangan yang terdapat dalam tulisannya itu adalah mengenai keadaan daerah Jerman sekarang.

      Terjemahan kitab injil oleh Ulfilas 
Yang termaju di antara suku-suku bangsa yang termasuk bangsa Jerman adalah suku Goteo. Merekalah yang pertama kali masuk Kristen dan  memakai terjemahan kitab injil (dari bahasa latin ) dalam bahasa mereka sendiri. 
      Zaman perpindahan bangsa-bangsa
Pengembaraan bangsa-bangsa Jerman pada abad ke-4, ke-5, dan ke-6, yang disebut "Perpindahan Bangsa-Bangsa" membawa perubahan besar dalam dunia sastera Jerman. Karena peristiwa besar inilah  Heldensaga (saga kepahlawanan) Jerman.
Pada zaman ini terdapat lingkungan-lingkungan saga sebagai berikut:
1.      Lingkungan saga bangsa Ostgoten
2.      Lingkungan saga bangsa Franken
3.      Lingkungan saga bangsa Burgunden








2.      Awal Abad Pertengahan (750-1170)
Periode abad pertengahan dibagi menjadi tiga menurut golongan masyarakat yang memegang peran utama dalam bidang kesusasteraan sebagai berikut:

a.      Zaman Carolus Magnus (768-814)
b.      Zaman kesusasteraan latin (mulai 900)
1.      PUNCAK ABAD PERTENGAHAN (1170-1300)
Baru pada abad ke -12 sastera Jerman mendapat bentuk yang betul-betul baru pada saat berkembangnya kasta ksatria (Rittertum).
Secara keseluruhan, ada empat sebab mengapa kesusasteraan Jerman pada masa ini berkembang hingga mencapai puncaknya, yaitu sebagai berikut :
1.      Perang salib, memperluas pandangan dan pengetahuan bangsa Eropa dalam berbagai bidang.
2.      Dinasti Hohensraufen, yang cemerlang ketika menduduki takhta mulai dari 1138 hingga 1254, melindungi dan memajukan seni sastera dengan berbagai cara dan usaha.
3.      Kasta ksatria (bangsawan), yang sedang memuncak menggarap seni sastera dan menjadi sun teladan dalam kesusilaan.
4.      Seperti telah dikemukakan cadi, para bangsawan Jerman mengambil teladan dari orang Francis yang mereka kenal selama Perang Salib dan yang ternyata paling menonjol di antara semua bangsa peserta Perang Salib dalam hal keksatriaan dan kesopanan.
            Permulaan Perkembangan Baru Sastera
Karya-karya penting pada zaman ini adalah antara lain: Annolied (pujian  terhadap santo Anno uskup besar Collogne), Kaiserkronik (buku tentang kaisar dan raja-raja, Alexandried, karya pendeta Lamprecht tentang Alexander Yang Agung dan Rolandslied.


           Puncak Perkembangan Volksepos
            Nibelungenlied
Volksepos (epos kerakyatan) Jerman terbesar adalah Das   Nibelungenlied (judul aslinya der belunge not atau  der nibelinge. Isinya dapat dibagi menjadi dua: (1) gugurnya Siegfried dan 2)  pembalasan Kriemhilde.
          Puncak Perkembangan Kunstepos

Kunstepos (epos buatan), yang juga disebut ritterliches atau hofisches Epos, mengambil bahan-bahannya dari sumber using terutama Francis, dan dapat dibagi menjadi jenis-jenis antara lain : 1. Saga Inggris (tentang raja Arthur), 2. Saga Spanyol tentang Mangkuk suci (Heiliger Gral).

           Penyair-Penyair Epos
           Penyair-penyair epos yang terpenting adalah sebagai berikut :

v  HEINRICH  VON VELDEKE (VELDEKIN),
Heinrich  Von Veldeke (Veldekin), yang berasal dari sekitar kota Maastricht (belanda).
v  HARTMANN VON AUE
Hartmann  Von Aue, yang berasal dari daerah barat dava Jerman (Schwaben), mendapat pendidikan tinggi tidak seperti rekan-rekan, sezamannya.
v  WOLFRAM VON ESCHENBACH
Wolfram von Eschenbach adalah seorang ksatria bangsa Franken yang miskin dan tinggal bersama anak-isterinya di Wildenberg (sekarang Wahlenberg) dekat Eschenbach. la menjelajahi sebagian besar wilayah Jerman Dan tiba di istana Hermann von Thuringen. la kemudian lama tinggal di sana dan bertemu dengan Walthervon er Vogelheide. Pada 1217 ia kembali ke kampung halamannya dan meninggal pada 1220. la melampaui semua rekan sezamannya dalam hal ketertiban, kealiman dan kemurnian pikiran.

2.      AKHIR ABAD PERTENGAHAN (1300-1500)
Dengan runtuhnya politik, ekonomi, kebudayaan kasta ksatria yang dipelopori oleh mereka sejak pertengahan abad ke-12, kepeloporan ketiga bidang kehidupan ini, sejak permulaan abad ke-14, beralih ke tangan rakyat.
Pada  zaman kemiskinan jiwa ini, di mana kekufuran dan kezaliman hanya dapat dibendung oleh kegiatan kaum mistik yang saleh, nilai seni sastera menjadi jatuh. Seni  sastera seolah-olah hanya permainan rima (sajak) yang hambar.
Karya-karya pada zaman tersebut dibagi menjadi Epik, lirik, didaktik drama, dan prosa.

RENAISANS, HUMANISME, DAN REFORMASI

Pada abad ke-16 terjadi perubahan besar dalam jiwa manusia . Eropa. Sebagai-mana yang terjadi di kalangan goresan dan dalam bidang ilmu pengetahuan, dalam bidang bahasa dan sastra Jerman pun timbul masa baru. Perubahan ini sebenarnya sudah dirintis sejak lama. Dalam abad ke-14, sasterawan dan pujangga Petrarca (meninggal tahun 1374) dan seniman cerita Roccaccio (meninggal 1375) sudah memasukkan kembali seni antik ke dalam  sastera dan menghidupkan kembali studi Klasik yang sejak lama diabaikan orang. Ketika Konstantinopel (Istanbul) direbut kembali  oleh bangsa Turki (1453), banyak sarjana Yunani melarikan diri ke Italia dan sejak masa itulah  timbul kembali  seni klasik lama. Gerakan ini diisebut Renaissans. (Kelahiran Kembali): Kesenian clan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan baru yang cepat, Setelah aliran Skolastik yang sudah lapuk diganti oleh Humanisme yang bebas
.
A.    Renaisans
Renaisans dan, humanism berasal dari Italia. Sejak abad ke-14, di sana berkembanglah pandangan hidup yang sangat berbeda dan  dari zaman Abad Pertengahan, Ini sebagian dipengaruhi oleh studi tentang seni zaman Romawi dan sebagian oleh seni zaman antik Yunani.
Ciri Renaisans selanjutnya adalah bahwa pada zaman ini lebih menyadari harga diri pribadinya daripada pada Zaman abad pertengahan . bidang seni lukislah yang terutama mencerminkan Kesadaran pribadi yang satu ini. Seni lukis seperti ini menunjukan  betapa orang berusaha keras menyelami  hakikat individu. ini  di buktikan dengan banyaknya lukisan dari para pelukis zaman itu seperti Albrecht Durer, Hans Holbein, Lucas Cranach, dan lain-lain. Apabila sebagian besar pelukis Abad Pertengahan anonym  maka, sejak zaman ini, nama tokoh-tokohnya mulai  dikenal.
B.     Humanisme
Puncak perkembangan ilmu pengetahuan terbukti dengan berdirinya universitas-universitas diberbagai tempat dan kota. Pertukaran pikiran antarsarjana internasional banyak dilakukan. Bahasa yang mereka gunakan untuk berbicara dan menulis adalah bahasa Latin.
Kalangan ini dihinggapi perasaan bangga karena hidup dalam zaman keemasan ini. Humanis Jerman, Ulrich von Hutten, pernah menyatakan., "O Jahrhundert o Wissenschaften! Esist eine lust zu leben” (O Abad, O Pengetahuan) Alangkah nikmat hidup ini }.
Renaisans di Jerman segera terdesak oleh peperangan agama akibat reformasi, sehingga pengaruh aliran baru ini terhadap kesusasteraan sangat kecil.
C.    Reformasi
Apabila Renaisans dan Humanisme hanya terjadi di kalangan elite seniman dan sarjana yang jumlahnya dapat dikatakan kecil, lain halnya dengan Reformasi Penduduk negara bagian utara Eropa pada akhir Abad Pertengahan dan awal zaman baru disibukkan dengan persoalan agama. Ini dapat dibuktikan dengan meluasnya aliran mistik. Maka, ketika Luther menempelkan 92 tesisnya di pintu Gereja istana di Wittenberg, tindakan ini benar-benar menimbulkan gerakan yang mengikutsertakan semua pihak yang jiwanya merasa tergecar.
 Jasa Luther dalam bahasa dan sastera Jerman terutama karena terjemahan Kitab Injil (1522 Perjanjian Baru, 1534 Perjanjian Lama).
Yang sangat bertentangan dengan maksud Luther semula adalah pemisahan antara kekuasaan pemerintah dan Gereja. pemisahan mengacu pada perjanjian perdamaian  agama di Augsburg (1555) _ yang menetapkan bahwa setiap raja dalam negaranya harus menentukan agama mana yang akan dianut oleh warga negaranya, Katolik atau Protestan. Ini sangat merugikan perkembangan kebudayaan dan menjadi salah satu penyebab utama timbulnya Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648)

D.    SPATRENAISSANSCEE DAN BAROCK (ABAD KE- 17)
perang Tiga Tujuh Tahun (1618-16-?5) telah menjadikan Jerman dari Negara  yang subur menjadi daerah reruntuhan, Tentara pribumi maupun asing  hidup merampok dan menggarong, sehingga penduduk pedesaan yang tak berdaya sangat menderita. Jumlah penduduk Jerman menurun dari   sekitar 15 juta. menjadi 5 juta.. sekitar 12/000 desa hancur, dan pertanian musnah.
Sekali lagi, Renaisan menampakkan pengaruhnya dalam bidang sastera. Masa ini spatrenaissanscee Disebut masa  (Akhir Renaisans). Pada 1642, Martin Opit: menerbitkan bukunya yang berjudul Buch von der deutschen poterei.
E.     AUFKLARUNG (1700-1780)
Sastera Zaman Aufklarung mencerminkan jiwa zaman seperti yang dipaparkan di atas. Sastera zaman ini ditujukan kepada sesuatu yang berguna, mengajarkan penggunaan akal sehat dan kebajikan,
 Klasisisme

Pengaruh sementara dari Francis nampak dalam kesusasteraan. Seperti Boileau (1636-171 1) di Francis, Gottsched (1700-1766) guru besar di Leipzig Jerman pun menghendaki kesusasteraan didasarkan pada aturan yang "masuk akal".
la menolak gaya barock yang berlebih-lebihan dan menganjurkan pemakaian bentuk drama klasik semacam Curneille dan Racine. 'Trimurti"
      Empfindsamkiet (sentimentalitas)
Bagi banyak orang aliran Aufklarung mengandung sesuatu yang tidak memuaskan karena penonjolan akal yang sepihak.
     Kokoko
Gaya  hidup rakyat di zaman Aufklarung bersifat sederhana dan sungguh-sungguh sebaliknya, kehidupan kaum bangsawan di istana bersifat mewah dan halus. Gaya hidup demikian disebut gaya rokokon  yang berlaku di Jerman karena pengaruh Francis. Gaya rokokon  berpengaruh baik pada mode, seni rupa, arsitektur dan sedikit banyak: juga kesusasteraan.
Tokoh terpenting dalam bidang kesusateraan zaman Rokoko di Jerman ialah Wieland (1733-1813), zaman Aufklarung adalah Lessing, sedangkan zaman Empfindsamkeit adalah Klopstock.

      FRIEDRICH GOTTLIEB KLOPSTOCK (1724-1803)
Klopstock adalah tokoh sasterawan yang sama sekali baru di Jerman. Pada masa di mana orang menganggap seni sastera sebagai pekerjaan sembilan yang berguna dan menyenangkan, Klopstock memandang-nya sebagai sesuatu yang luhur, bahkan sebagai tugas yang hampir bersifat keagamaan.

       GOTTHOLD EPHRAIM LESSING (1729-1781)
Tokoh sastera zaman Aufklarung yang paling cemerlang  adalah Lessing. Watak sungguh-sungguh disertai kecerdasannya yang tajam dan kritis serta jiwa pejuang yang dinamis.
F.       STRUM UND DRANG DAN KLASIK (1770-1830)
Strum und Drang
Pada akhir abad ke-16 gerakan Aufklarung menurun dan para penganutnya berpendapat bahwa akal sehat telah mencapai puncak kemenangan.


      Pengaruh Rousseau
Orang sangat besar pengaruhnya terhadap generasi muda itu adalah ahli filsafat Perancis Jean Jacques  Rousseau (1712-1778).
     Peralihan ke Zaman Klassik

Strum und drang adalah gerakan khas generasi muda KERASA TETAPI tidak berlangsung lama.

    JOHANN GOTTFRIED HERDEFR (1744-1803)
Herder dilahirkan di Mohruengen (Prusia Timur) pada 25 Agustus 1744. Ia adalah anak guru miskin dan dengan susah payah kehidupannya maju.

   JOHANN WOLFGANG VON GOETHE (1749-1832)
Goethe dilahirkan pada 28 Agustus J_749,di Frankfurt sebagai anak orang berada.    dari ayahnya Johan Kaspar Goethe ia mewarisi,  sikap hidup tertib dan tenang dan bersungguh-sungguh. Sedangkan ibunya katharina Elisabeth, mewariskan kepadanya sifat berfantasi yang hidup serta kemahiran bercerita Ia melukiskannya sendiri dengan kata-kata berikut ini.

Vom Varer hab' ich die Statur,
des Lebens ernstes fuhren,
vom Miutterchen die Frohnatur
und Lust zu fabulieren.

Karena kota kelahirannya adalah kota dagang yang berhubungan luas dan penuh dengan peninggalan-peninggalan sejarah, maka persyaratan dasar bagi tumbuhnya menjadi seorang seniman jenius tersedia.
G.      ROMANTIK (1795 -1830)
Pada  tahun-tahun terakhir abad kc-18, ketika Goethe dan Schiller bekerjasama dalam menciptakan karya-karya besar, timbullah aliran sastera yang bertendens makin berbeda dan tendensi Klasik Aliran ini disebut ''Romantik."
Apakah yang dimaksud dengan Roman­tik? Dalam percakapan sehari-hari kita biasa mengatakan, "sifat orang yang romantis", "pemandangan romantis", "film romantis", namun ungkapan-ungkapan ini hanya memberikan pengertian yang samar-samar.
Klasik telah melampaui tahap ketidakterbatasan zaman Sturm und Drang. Batas-batas ini pada generasi romantik adalah mirip dengan Sturm und Drang. Aliran Romantik bersifat subjektif: tidak norma umum dalam  kesusilaan; setiap manusia mempunyai hukum kesusilaannya sendiri yang ditentukan oleh wataknya.
         Sastera Romantik

Kaum Romantik menganggap tugas sastera sebagai tugas yang luhur. Menurut anggapan mereka, sastera tidak boleh melukiskan keadaan nyata, melainkan menciptakan kenyataan yang lebih nyata yang bersumber pada dugaan dan perasaan.
       Romantik Lama dan Baru (Altere und jungere Romantik)
 Altere Romantik (1795 - 1805) bersifat sangat filosofis dan teoritis , sebagian berhubungan erat dengan filsafat Fichte dan Schelling. Masa ini praktis tidak begitu produktif
Jungere Romantik (sekitar 1805) kurang teoretis, namun lebih berperasaan, lebih kerakyatan dan lebih produktif

      JEAN PAUL (1763-1825)
Pada awal abad ke-19, Jean Paul merupakan penults roman yang paling tenar. Karya-karyanya berlainan sama sekali dengan karya Zaman Klasik yang sangat mementingkan bentuk. Bahasa roman-romannya, seperti Titan, Siebenkas, Flegeljahre, seolah-olah semewah  Rimba (kaya kata), berbentuk kacau, dan bersusunan tidak rapi. Suasananya banyak berubah, rasa halus dan rasa haru diikuti satire  pedas. Bagi pembaca modern, cerita-ceritanya yang mudah dicerna, misalnya Idyllenyang melukiskan kehidupan sehari-hari dengan manusianya yang aneh-aneh dan gemar berkhayal—diceritakan dengan gaya humor. (Schulmeisterlein Wuz).
Tokoh- tokoh lain pada masa Romantik Lama dan Baru yang berhubungan dengan romantik adalah :
1.      FRIEDRICH HOLDERLIN (1770-1843)
2.      HEINDRICH VON KLEIST (1777-1811)
3.      FRIEDRICH VON HARDENBERG (NOVALIS ) (1772-1801)
4.      E.T.A HOFFMAN (1776 - 1822)
5.      ACHIM VON ARNIM (1781-1831) DAN CLEMENS VON BRENTANO (1778-1842)

H.    JUNGES\ DEUTSCHLAND & BIEDERMEIER (1825 - 1855 )
Kesusastraan Jerman sesudah masa Goethe memperlihatkan Wajah yang mempunyai hakikat jauh berBeda dari masa sebelumnya. betapapun berlainannya  karya sastera pad masa Goethe namun dasar alam pikirannya masih sama. Kesatuan batin itu sekarang hilang dan muncullah aliran-aliran yang sama sekali berlainan tanpa ada hubungan batin satu sama lain. Hanya satu yang sama yaitu sifat negatif, tidak menyukai sesuatu yang menjauhi kenyataan itu.



     HEINRICH HEINE (1797 -1856)
Heine dilahirkan sebagai putera keluarga Yahudi di Dasseldorf. Seharusnya ia mengikuti jejak ayahnya sebagai saudagar, tetapi malah berpaling ke bidang studi sastera dan hukum. la memulai karya sasteranya di bawah pengaruh aliran Romantik. Dengan demikian, ia merupakan ahli waris aliran Romantik, walaupun dalam perkembangannya ia juga penentang dan penakluk Romantik.

I.       POETISCHER REALISMUS (1850-1890)
Untuk mengetahui sastera dalam. rentang waktu antara 1850 dan kira-kira 1885 kita perlu memahami perubahan kehidupan masyarakat dan kejiwaan yang ; terjadi pada sekitar pertengahan abad ke- 19 di Jerman. Sejak tahun 1840-an Jerman. semakin berkembang menjadi negara industri. Batu-bara  dan Bijih  besi _ berhasil ditambang, dan mesin mulai mendesak pekerjaan tangan. Keretapi   yang diciptakan tahun 1835 dapat memperbaiki dan mempercepat mobilitas dan gerak hidup manusia.
       Kehidupan Rohani
Dalam kehidupan rohani tampak jelas penolakan terhadap jiwa idealis zaman Goethe. Filsafat berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan alam dan secara sadar membatasi ciri pada yang nyata, yang positif (Posivismus).

Sastera
Sastera zaman ini melukiskan kehidupan masyarakat tersebut, yang disebut Poetischer Realismus.

J.      NATURALISMUS DAN IMPRESSIONISMUS
Naturalismus
gerakan sastera yang muncul disekitar tahun 1880  merupakan aliran yang meliputi seluruh Eropa. karena negara-negara Scandinavia dan, Rusia pun memberi sumbangan sangat banyak. Adapun sebabnya ada dua macam. Pertama di mana-mana di Eropa sastra pada abad ke-19 menunjukkan perkembangan ke arah seni yang ingin mendekati kenyataan dan yang mencapai puncaknya dalam naturalism.. Kedua, pendapat orang mengenai kehidupan dan manusia karena perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu tersalurkan ke arah yang sama

Ilmu Pengetahuan
Setelah ajaran evolusi Darwin dan para pengikutnya dikenal umum, orang berpendapat bahwa semua kehidupan itu berkembang menurut dalil-dalil ilmiah yang ketat.


Sastera di Eropa
Pandangan hidup di atas telah menjadi milik para sastrawan \v,ir, naturalismus. Sifat khas mereka adalah bahwa dalam karya mereka tidak pernah ada penghukuman terhadap kejahatan melainkan hanya penjelasan mengapa karena keturunan dan lingkungan seorang tokoh "harus" menjadi. penjahat.

      Sastera  di Jerman.
Tahun 1885 merupakan kelahiran Naturalisme di Jerman karena pada tahun inilah diterbitkan dua manifes teorinya, yaitu yang dimuat dalam majalah. Pie Gesselschaft dan Freie Buhne fur Modernes Leben. Kedua majalah itu menjadi wadah bagi karya-karya para Na­turalis Eropa.

Roman Psikologi
Pengungkapan secara lahir keadaan lingkungan yang nyata hanya sebentar saja dapat memuaskan para sasterawan yang penuh daya cipta. Dengan mempertahankan teknik pengungkapan kaum Naturalisme mereka segera memalingkan perhatian pada kehidupan kejiwaan. Madame. Bovary, karya Gustave flaubert di Prancis, dan roman-roman karya Dostojewski di Rusia, merupakan pelopor aliran ini. Penganut aliran ini terutama berada di Austria.

K.    NEUROMANTIK DAN NEUKLASIK
       Neuromantik

Naturalisme tidak lama memuaskan para seniman, Pelukisan  keadaan sehari-hari dengan senyata-nyatanya menimbulkan kerinduan  kepada keindahan, kehemr.gan batin dan cita kejiwaan. Tidak lama sesudah tahun 1890, para --Sasterawan terkemuka berusaha mencari ideal sastera yang baru dan karena aliran ini banyak persamaannya dengan Romantik  sekitar 1800, maka orang menyebutnya "Neuromantik." Cita-cita yang terpancar dari aliran ini ialah kebutuhan baru akan sesuatu yang bersifat metafisik  membahas persoalan apa guna hidup dan  mati  dan rasa rindu kepada alam yang indah. Kaum  naturalis ingin membagi hidup  ini secara ilmiah.
Tokoh-tokoh Neuromantik Jerman terpenting ialah Stefan  George Hugo von Hofmannsthall, Rainer Maria, Ricarda  Huch, Crischtian Morgenstern, Hans Carossa, Borries von Munchhausen, Jacob Wassermann dan Ina Seidel. Adapun yang seolah menjadi  pelopor mereka yaitu Friedrich Nietzsche.

      FRIEDRICH NIETZSCHE (1844-1900)

Pada umur  24 tahun, Friedrich Nietzsche sudah menjadi profesor dalam bahasa-bahasa klasik di Bazel. Namun, pada usia lanjut,  ia terganggu syarafnya dan banyak mengadakan perjalanan. Dan, akhirnya, pada tahun 1889 ia menderita sakit jiwa. la dikenal sebagai tokoh sasterawan dan filosof. Karya pertamanya, Die Geburt dier Tragodie aus dem Geiste der Musik (1871).

L.     EXPRESSIONISMUS
Oleh para penganutnya, aliran sastera  yang menguasai Jerman pada tahun 1910 hingga 1930 disebut sebagai Expressionismus tandingan  aliran Impressionismus.
       Tokoh-tokohnya
Tokoh lirik Ekspresionis terpenting ialah Franz_Weffel Georg Heym, George Trakl dan, yang ekstrim August kesemua tokoh itu, kecuali Werrel, gugur dalam Perang Dunia :  tokoh terbesar drama Ekspresionis Jerman adalah Walter Hasenclever (der Sohn,1914)).





M.   NEUE SACHLICHKEIT
Menjelang akhir dasawarsa 1920-an muncul segolongan sasterawan yang alirannya  disebut Neue Sachlichkeit Mereka, yang sebagian besar mengalami kekejaman perang dunia I.  ketika masih anak-anak atau remaja clan mengalami kehancuran bangsa kemudian  keruntuhan ekonomi yang ditandai dengan inflasi dan pengangguran, ingin menghadapi masa berat  ini dengan kepala dingin dan penuh kesadaran.















Poskan Komentar